Pancasila

Mari Amalkan,
Jangan Hanya
Dijadikan Pajangan!

RUBRIK

(LAPUT) Teknologi Positif atau Negatif???

Teknologi Positif atau Negatif???




Dari tahun ke tahun untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila sudah biasa diadakan Buleleng Education Expo. Kamis, 1 Juni 2017 setelah melakukan Upacara Bendera, beberapa perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Informatika atau biasa disingkat dengan HMJ PTI melakukan penjagaan Stand. Apa saja yang ada di Stand? Sesuai dengan nama jurusan nya yaitu Pendidikan Teknik Informatika, sesuatu hal yang diperlihatkan atau ditunjukkan adalah tentang teknologi, seperti halnya Robot, Augmented Reality-book, dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan Teknologi. Kesemua hal tersebut merupakan hasil karya dari kakak tingkat PTI yang dituangkan dalam Skripsinya. Berbagai jenis hal-hal yang menarik bisa dibuatkan atau dikembangkan.

Dalam beberapa waktu, tidak sedikit yang berkunjung ke Stand PTI, baik dari kalangan SD, SMP, SMA/SMK, guru-guru, dan pengunjung lain nya. Mereka pasti bertanya-tanya “bagaimana cara membuat?”, “apakah susah atau tidak?”, “butuh waktu berapa lama?”. Tentunya dalam membuat sesuatu untuk menjadi bagus itu tidak mudah dan memakan waktu. Yaa dibilang cukup lama ya, karena memerlukan proses design, editing, dan masih banyak proses lagi yang dikerjakan. Tentunya hasil karya yang dibuat atau dikembangkan ini bersifat positif, kenapa? Karena si pembuatan memiliki tujuan ketika ada seseorang yang melihat hasil karya mereka, seseorang tersebut akan terkesan dan berusaha untuk mempelajari cara membuat nya, bisa diterapkan dengan baik, serta bisa menimbulkan dampak positif kepada orang yang menggunakan.

Berbicara tentang dampak positif, pasti ada dampak negative. Yaa, pastinya teknologi yang dibuat memiliki dampak negative. Salah satu dampak negative nya adalah, tidak semua orang bisa menerapkan dan tidak semua orang bisa mengerti dari hasil teknologi yang ada. Sebenarnya sebagai konsumen teknologi kita harus pintar-pintar memilih dan memilih terutama mengerti akan maksud dari suatu teknologi itu dibuat atau dikembangkan. Contoh lain misalnya, suatu video yang menunjukkan anti radikalisme yang menjadi viral beberapa waktu yang lalu. Seharusnya kita tidak mudah terprovokasi akan adanya hasutan-hasutan dari berbagai pihak. Semestinya kita menggukan hati nurani kita untuk mengetahui makna dari video yang disebar. Yaa memang ada pro dan kontra dari setiap hal. Tetapi setidaknya kita pahami terlebih dahulu apa makna yang ingin disampaikan. Dan apabila merasa video itu tidak baik bisa diberikan komentar positif yang membangun sehingga tidak menimbulkan api yang besar.

Negara ini memang memiliki banyak perbedaan disetiap wilayahnya. Melalui teknologi pada zaman ini seharusnya bisa lebih merekatkan antara individu satu dengan individu yang lainnya yang berbeda tersebut. Misalnya seperti tulisan sebelumnya yaitu ada AR-book (Augmented Reality-book) dimana bisa dibuatkan tentang sejarah-sejarah dari berbagai kerjaan, pengenalan-pengenalan budaya, dan hal-hal lainnya sehingga kita bisa mengenal perbedaan yang ada di Tanah Air kita ini. Karena setiap perbedaan memilki keunikan nya masing-masing.

Dan muncul pertanyaan “Apakah teknologi bisa memecah belah perbedaan?” jawaban nya adalah YA apabila teknologi tidak digunakan dengan sebaik-baiknya, apabila teknologi tidak mampu di pilah antara mana yang baik atau buruk yang mana patuh ditiru dan tidak ditiru yang mana bersifat membangun dan yang menjatuhkan. Dan tentunya setiap hal memiliki sifat positif dan negative. Maka diujilah hati nurani kita dengan adanya nilai Pacasila.(SR) 
LAPUT SASTRA RESENSI TAJUK WAWANCARA PROFIL OPINI
Pemuda

Tim Redaksi


author

Intan

author

Agus Mas

author

Budiarsini

author

Mirabrata

author

Pande

author

Yudhi

author

Yanti

author

Agus Ayun

author

Hadi Indra

author

Tri Prasetyo