Judul
|
:
|
Bung Karno
Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
|
Penulis
|
:
|
Cindy Adams
|
Alih Bahasa
|
:
|
Syamsul Hadi
|
Penerbit
|
:
|
|
Tahun Terbit
|
:
|
2007
|
Tebal halaman
|
:
|
430 halaman
|
Kisah-kisah
epos perjuangan beliau tentang keluar masuk penjara politik,
perlawanan-perlawanan terhadap kolonialisasi, dan memimpin sebuah negeri dengan
beragam etnis dan agama dengan kesetaraan sebagai ide sosialnya, menjadikannya
salah satu tokoh paling berpengaruh di Indonesia, bahkan di mancanegara. Tapi
sosoknya yang kharismatik dan menawan juga merupakan salah satu sisi
kontroversial dari pria yang memiliki darah Bali ini. Kecintaanya pada seni,
keindahan, dan wanita merupakan salah satu dari banyak hal yang menjadi kritik
bagi lawan-lawan politiknya. Selain itu, banyak juga upaya-upaya pengecut untuk
memelintirkan kisah hidup beliau.
Aku
ini bukan apa-apa tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena
rakyat dan aku penyambung lidah rakyat.
Cindy Adams, Bung
Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
Buku Bung
Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang disusun oleh Cindy Adams
dengan judul asli Soekarno: an Autobiography as Told to Cindy Adams diterjemahkan
secara ketat (terhadap teks asli) ke dalam Bahasa Indonesia oleh Syamsul Hadi
untuk edisi yang terbaru. Terlepas dari proses interpretasi, edisi terbaru buku
ini menggambarkan dengan baik alur bercerita seorang Cindy Adams. Buku ini
pertama kali diterjemahkan pada tahun 1997 dengan judul yang sama. Namun,
seperti yang diklaim oleh Yayasan Bung Karno, buku terjemahan edisi pertama
(non-revisi) memiliki beberapa kesalahan penerjemahan yang menyebabkan
kesalahan yang substansial pada konten buku tersebut sendiri.
Sehingga buku ini mengalami beberapa kali revisi sebelum diterbitkan kembali. Sebenarnya hal ini sangat menarik karena dari proses produksi buku ini kita dapat melihat sebuah contoh kecil dari sejarah yang tak kunjung selesai, tak pernah mapan. Dan karena itu pula buku ini, secara pribadi, saya nilai layak dijadikan sebuah referensi untuk kalian yang tertarik dengan sejarah Bapak Bangsa ini.
Cindy Adams menyajikan kisah luar biasa dari seorang Soekarno menggunakan bahasa yang ringan, alur berpikir yang sistematis, dan sudut pandang orang pertama, sehingga menggiring pembaca untuk masuk ke dalam kisah kehidupan Bung Karno dengan lebih intim. Buku ini merangkum perjalanan hidup Bung Karno: dari masa kecilnya sebagai Kusno, kehidupannya remajanya menuntut ilmu di Technisce Hoogeschool Bandung, pertemuannya dengan Inggit Ganarsih, pidato-pidato politiknya, pandangan Marhaenismenya, serta perjuangannya tanpa henti untuk kemerdekaan bangsanya, Indonesia. Dengan membaca buku ini kira berharap bahwa kita dapat memahami arti berbangsa, bernegara dalam sudut pandang yang luas dan positif seorang proklamator.
Sehingga buku ini mengalami beberapa kali revisi sebelum diterbitkan kembali. Sebenarnya hal ini sangat menarik karena dari proses produksi buku ini kita dapat melihat sebuah contoh kecil dari sejarah yang tak kunjung selesai, tak pernah mapan. Dan karena itu pula buku ini, secara pribadi, saya nilai layak dijadikan sebuah referensi untuk kalian yang tertarik dengan sejarah Bapak Bangsa ini.
Cindy Adams menyajikan kisah luar biasa dari seorang Soekarno menggunakan bahasa yang ringan, alur berpikir yang sistematis, dan sudut pandang orang pertama, sehingga menggiring pembaca untuk masuk ke dalam kisah kehidupan Bung Karno dengan lebih intim. Buku ini merangkum perjalanan hidup Bung Karno: dari masa kecilnya sebagai Kusno, kehidupannya remajanya menuntut ilmu di Technisce Hoogeschool Bandung, pertemuannya dengan Inggit Ganarsih, pidato-pidato politiknya, pandangan Marhaenismenya, serta perjuangannya tanpa henti untuk kemerdekaan bangsanya, Indonesia. Dengan membaca buku ini kira berharap bahwa kita dapat memahami arti berbangsa, bernegara dalam sudut pandang yang luas dan positif seorang proklamator.











