Pancasila

Mari Amalkan,
Jangan Hanya
Dijadikan Pajangan!

RUBRIK

(WAWANCARA) PANCASILA DENGAN JIWA TEKNOLOGI

PANCASILA DENGAN JIWA TEKNOLOGI
            Indonesia dewasa ini dihadapkan dengan persoalan dan ancaman radikalisme, terorisme dan separatisme yang kesemuanya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Radikalisme merupakan ancaman terhadap ketahanan ideologi. Menurut pendapat dari koordinator tempekan FTK di KMHD, I Gusti Putu Yudha Tresnawan “kasus radikalisme Itu terjadi bukan karena semangat pancasila mereka luntur akan tetapi karena mereka mudah dimakan akan hasutan yang membuat segelintir orang ini menjadi terprovokasi yang menginginkan perubahan dengan cara kekerasan atau sikap ekstrem itu sendiri”. Sesuai dengan pernyataan darinya, banyak kekerasan yang terjadi di Indonesia belakangan ini yang mengatasnamakan pancasila. “Saya pribadi tidak setuju terjadinya paham radikalisme, yang marak terjadi belakangan ini di Indonesia, karena paham radikalisme itu sendiri merupakan aliran yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau sikap ekstrem untuk merubah sesuatu, beranjak dari hal itu juga, paham radikalisme ini sangat saya tentang di negara yang majemuk ini, jangan sampai kerena segelintir orang kita terpecah akan perbedaan yang kita miliki sampai saat ini”, imbuhnya menanggapi persoalan radikalisme. Beliau juga menyatakan bahwa yang menjadi panutan untuk semangat Pancasila merangkul radikalisme adalah sang proklamator kita yaitu Ir. Soekarno bagaimana dengan semangatnya untuk menyatukan Indonesia akan perbedaan membuat suatu ideologi yang kita kenal sampai saat ini dengan nama PANCASILA.
            Pancasila adalah ideologi yang sangat baik untuk diterapkan di negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama, suku, ras dan bahasa. Sehingga jika ideologi Pancasila diganti oleh ideologi yang berlatar belakang agama, akan terjadi ketidaknyamanan bagi rakyat yang memeluk agama di luar agama yang dijadikan ideologi negara tersebut. “Dalam pancasila terdapat semua untuk menyatukan Indonesia tidak ada yang diagungkan, mengambil tindakan dengan musyawarah untuk mecapai mufakat serta nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya membuat Pancasila itu seakan sangat sempurna, semoga beranjak dari hal itu semua bisa memahami akan perbedaan yang kita miliki dan tidak ada lagi nantinya anak-anak radikalisme lagi.” Tutur yudha.
            Semangat pancasila seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari semisal dalam hal sembahyang, sikap adil atar sesama, rasa kekeluargaan dan masih banyak lagi lainnya. Ini kita harus terapkan karena dalam pancasila, semua itu sudah ada dengan keanekaragaman yang kita miliki dari suku, agama, ras dan antar golongan di Negeri nan kaya ini, karena para pahlawan kita tidak dengan mudah bagaimana merumuskan ideologi yang bisa mempersatukan negara dengan perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh yaitu Indonesia, kita sebagai generasi muda bagaimana kita bisa mempertahankan apa yang sudah dirumuskan oleh pahlawan kita dengan susah payahnya untuk Negeri tercinta ini.
            Salah satu contoh pengimplementasian Pancasila yaitu dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam masyarakat tentunya ada suatu perbedaan bagaimana kita bisa menghargai perbedaan itu menjadikan suatu kekuatan bukan kelemahan, menghargai perbedaan pendapat dan menyelesaikan dalam suatu musyawarah agar mencapai suatu mufakat, selalu bersikap adil antar sesama, menghargai perbedaan agama dengan selalu saling tolong menolong dan masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan dalam pengimplementasian pancasila ini, yang intinya untuk menyatukan yang berbeda-beda bukan persatuan yang dibeda-bedakan.
            “Sebagai  mahasiswa yang mempunyai jiwa teknologi menyatukan dengan semangat Pancasila untuk menangkal radikalisme tentunya kita harus memiliki jiwa teknologi dan mampu memanfaatkan teknologi itu sendiri untuk hal yang positif, menyebarkan informasi untuk menyatukan semangat pancasila itu, bukan untuk menyebar hoax atau malah mengkotak-kotakan negara yang sudah bulat ini, dan tentunya dari pemanfaatkan teknologi ini kita bisa nantinya menangkal bahkan menghilangkan paham radikalisme yang membuat kita seakan terpecah belah dengan suadara kita sendiri. Semoga semua bisa memahami Pancasila itu sendiri dan tentunya bukan hanya saya,kamu,dia, mereka tetapi kita, iya kita. Kita Pancasila, Kita Indonesia”tegasnya.




LAPUT SASTRA RESENSI TAJUK WAWANCARA PROFIL OPINI
Pemuda

Tim Redaksi


author

Intan

author

Agus Mas

author

Budiarsini

author

Mirabrata

author

Pande

author

Yudhi

author

Yanti

author

Agus Ayun

author

Hadi Indra

author

Tri Prasetyo